Indonesian Cannabis News "Berjuang Untuk Mengakhiri Pelarangan Ganja di Indonesia & di Seluruh Dunia". HP: 02194020030 Email: indoganja@gmail.com

Kamis, 28 Februari 2013

Kebohongan Publik dari Pakar Kesehatan

Mencermati dialog masalah ganja yang ditayangkan di Metro TV membuat para pemirsa bertambah bingung atau bodoh dengan pernyataan - pernyataan yang disampaikan oleh mereka yang mengaku sebagai pakar kesehatan, dalam dialog tersebut tidak satupun argumen yang diuraikan oleh para ahli hidup sehat tersebut didasari dari hasil penelitian resmi secara medis/klinis. Mereka tidak lebih sekumpulan orang yang memang apriori dengan segala hal yang berbau ganja, sehingga sanggahan - sanggahan yang disampaikannya tidak mencerminkan sifat seorang scientist. Seharusnya setiap argumen yang dipaparkan ahli mesti dilandasi dengan hasil penelitian maupun uji coba, bukan hanya berdasarkan rekaan belaka.



Contoh yang paling tidak relevan adalah saat salah seorang dari mereka menyatakan bahwa seseorang yang menghisap rokok 100 batang tidak menjadi gila, tapi jika menghisap 100 batang ganja akan menjadi gila. Dari mana beliau mendapatkan kesimpulan seperti itu? Apakah beliau pernah mengadakan percobaan seperti itu? Lagi pula maksud beliau itu apakah dengan cara menghisap 100 batang sekaligus atau setelah sampai pada jumlah ke 100 batang? Bila yang dimaksud 100 batang sekaligus maka hasilnya bukan gila tapi kemungkinan mati. Sementara bila setelah jumlah ke 100 maka belum ada berita para perokok maupun pengganja yang menjadi gila! Pernyataan seperti itu tidak mencerminkan kecerdasan seorang intelektual melainkan bersifat pelecehan pada ilmu pengetahuan.

Secara keseluruhan penampilan para pakar kesehatan yang hadir dalam acara tersebut seakan memprovokasi masyarakat untuk lebih membenci pengguna ganja, tanpa memberi sedikitpun celah bagi ketua LGN Dhira Narayana untuk menyampaikan edukasi tentang sisi positif dari tanaman ganja. Sehingga para pemirsa hanya melihat seorang pejuang LGN tengah diadili oleh orang-orang yang memang apriori terhadapnya. Mereka tidak mau menerima kebenaran hanya karena yang menyampaikannya seorang yang tidak memiliki kekuasaan.

Reactions:

2 comments :

  1. sepakat... tidak seharusnya kita melihat segala sesuatu dari segi negatifnya,,,,, apakun yang di ciptakan oleh tuhan pasti bertujuan Baik.. termasuk TANAMAN GANJA...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gw juga sepaham...
      BNN = Badan Narsis Nasional

      Hapus

Terima kasih telah mengomentari artikel ini.